Jumat, 22 Juli 2011

Pengalaman?

oleh : M Randy SA Pengalaman adalah guru yang paling berharga,, ya, itulah yang orang tua kita sering ajarkan pada kita, sebuah filosofi sederhana namun penuh makna. Dan saya yakini itu karena memang itulah kenyataannya. Coba kita review kembali masa kehidupan kita sampai detik ini, apa yang sudah kita capai saat ini, apa yang sudah kita lakukan sampai saat ini, dan apa yang sudah kita bisa atau kita kuasai sampai saat ini. Bagaimana semua itu kita dapatkan? Sekali lagi kita tanyakan pada diri kita sendiri, bagaimana saya bisa menulis, kenapa saya bisa berbicara, mengapa kita bisa membaca, dan hal lainnya. Jawabannya adalah pengalaman, kita bisa menulis, membaca, atau berjalan itu semua diawali dari sebuah pengalaman, ya, gambaran sederhananya kita bisa membaca saat ini, karena di masa yang lalu kita berpengalaman belajar cara membaca, tidak cukup sekali dua kali kita bisa lancer membaca, tetapi berulang kali mencoba dan belajar, melalui sedikit demi sedikit tahap, gagal pada awalnya. Sampai akhirnya berhasil, ilmu pengetahuan yang kita miliki pun diawali dari pengalaman, walau ,mungkin kita tidak pernah melihat atau merasakannya secara langsung, minimal kita berpengalaman membacanya. Pengalaman membentuk karakter kita, segala yang kita alami di masa lalu.. itulah yang menjadikan diri kita hari ini, tuhan pun mengatakan pada kita bahwa seorang bayi lahir itu suci, putih bersih, dan tagging jawab orangtuanya lah yang menjadikan anak itu seperti apa, itulah diri kita, lingkungan yang menjadikan kita seseorang, tentunya dengan arahan orangtua kita di tahun tahun awal. Oleh karena itu sebaiknya para orangtua berhati hati dalam memberikan pendidikan pada anaknya, karena ditangan para orangtualah sikap seorang anak di bentuk, Pengalaman adalah awal sebuah kebijaksanaan. Percaya atau tidak, kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya seperti sebuah mukjizat, kebijaksanaan itu bisa dibentuk dan dipelajari formulanya adalah pengalaman dan pemikiran. Mengapa pemikiran? Kebijaksanaan, tidak hanya didapat dari pengalaman, tetapi diperlukan pula sebuah pemikiran, dimana dalam pemikiran tersebut terdapat proses penggalian makna dari sebuah kejadian tertentu yang dialami, setelah ada makna yang didapat dilanjutkan dengan memutuskan sikap yang paling tepat dalam menghadapinya,, itulah kebijaksanaan. Orang bijaksana identik dengan orang orang tua yang sudah berumur, memang demikian lah adanya, karena factor umur, orang orang tua memiliki lebih banyak pengalaman, dan mereka memiliki pemikiran yang lebih matang dan hati hati dalam memutuskan sesuatu, selalu penuh pertimbangan, namun bukan berarti orang muda tidak bisa bijaksana, kuncinya adalah manfaatkanlah waktu 24 jam yang dimiliki ini sebaikbaiknya, carilah pengalaman lebih banyak daripada yang oranglain lakukan, banyaklah berbicara, berbagi, mendengarkan dengan siapapun tanpa pandang bulu, karena dengan kita banyak bergaul dengan berbagai macam karakter orang makin banyak pula kita belajar, dan pengalaman seperti itulah yang kita butuhkan untuk mencapai kebijaksanaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar