Sabtu, 30 Juli 2011

Sebuah Nama Sebuah Cerita (Kihujan)

kata orang sebuah nama sebuah cerita, blog ini jugs namaanya kihujan,, sebenernya bukan cuman asal bikin nama sih,, tapi emang ada cerita dibaliknya.. tapi cerita awalnya ga akan saya tulis disini, sebagai gantinya nih ada tulisan tentang manfaat dari kihujan sendiri. pada tahu ga kihujan apaan? yu baca bareng bareng,,

Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.

Pohon Trembesi (Albizia saman) disebut juga sebagai Pohon Hujan atau Ki Hujan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda).


Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis)

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil namun sekarang telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis termasuk ke Indonesia.

Ciri-ciri Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.

Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.

Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.

Pemanfaatan Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Albizia saman) banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.

Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Fabales; Famili: Fabaceae; Upafamili: Mimosoideae; Genus: Albizia; Spesies: Albizia saman; Nama binomial: Albizia saman (Jacq.) Merr.

TAMBAH LAGI DEH,,

Trembesi sudah terbukti hebat sebagai tanaman peneduh, dan ternyata trembesi juga pohon rindang penghasil oksigen (O2) yang luar biasa ..
Hasil penelitian membuktikan bahwa pohon trembesi yang ditanam di atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari ..
Trembesi juga unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu menyalurkan (mentransfer) 4.000 liter air per hari..
Selain sebagai peneduh pohon trembesi dewasa dapat menyerap 28 ton CO2 (carbon dioxide) setiap tahun, sangat jauh di bandingkan pohon lain yang hanya menyerap co2 sekitar satu ton pertahun..
See, hebat kan..?
Keunggulan lainnya Ki Hujan bisa tumbuh tinggi mencapai 20-25 meter, dengan diameter tajuk 25-30 meter ..
selain itu Ki Hujan mempunyai spektrum pertumbuhan yang maha luas , karena bisa tumbuh di mana saja ..
Menurut ahlinya perpohonan.. *halah istilah geje* pohon trembesi mampu tumbuh di tanah yang kurang subur..
karena bersimbiosis dengan Rhizobium..
bakteri Rhizobium ini hidup beranak pinak dan berkampung di bintil akar, dari situ mereka mengikat nitrogen dari udara yang konsentrasinya di udara 78 persen..
sehingga ini pohon dijamin sampai dewasa tidak akan menderita kahat nitrogen..


Eh, ada yang tau gak..? Biji trembesi yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci)..


Dari tadi ngomongin kelebihan Ki Hujan mulu, biar imbang saya bahas juga kelemahannya deh..
Yang pasti ini pohon gak bisa ditanam di halaman rumah yang lahannya se uprit.. *ntar rumahnya jadi gelap karena ketutupan* ^^
Ki Hujan juga gak bisa ditanam di gang sempit, soalnya akar-akarnya akan memberontak dan bisa mendesak trotoar atau jalur pedestrian..
Karena tinggi menjulang dan tajuk rantingnya lebar, kadang mengganggu kabel listrik yang melintang, karena kalo pas hujan bisa terjadi konsleting..

Referensi: berbagai sumber

sebuah nama sebuah juga sebuah doa ya, semoga aja semua harapan nya sesuai dengan filosofi kihujan hehe ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar