oleh : M Randy SA
Pernah sewaktu kita kecil orangtua kita bertanya pada kita “kalau besar nanti mau jadi apa?” atau mungkin “cita cita nya apa?” dan dengan semangat kita menjawab, “mau jadi pilot”, “mau jadi dokter”, dan masih banyak lagi jawaban kita, yang dengan semangat kita ucapkan di iringi kepolosan seorang anak kecil, namun seiring berjalannya waktu, seiring bertambah dewasanya kita, semangat itu seperti hilang, mungkin jika kini kita ditanya pertannyaan yang sama jawabannya mungkin seperti ini, “jadi apa ya?” “uhm,, gimana nanti aja” atau mungkin kita tidak tahu harus menjawab apa? Semangat itu kini hilang, tidak ada lagi kepercayaan diri, tidak ada lagi keyakinan, tidak ada lagi optimisme untuk menjawab masa depan, yang ada hanyalah keraguan, dan sikap pasrah.
Cita cita atau mimpi, memang sangatlah sederhana, bisa saja hanya terdiri dari satu atau dua kata, tapi kekuatannya untuk mengubah hidup seseorang sangatlah luarbiasa, The power of dream, orang bilang, orang besar diawali dengan mimpi yang besar, orang biasa mun memiliki mimpi yang besar, namun apa yang membedakannya? Action lah yang membedakannya. Ada yang membedakan seorang pecundang dan sdeorang pemenang, seorang pecundang dia pun memiliki mimpi yang besar, namun ketika dia bangun, dia memilih untuk tidur lagi, sedangkan seorang pemenang, ketika dia bermimpi dan terbangun, dia bergerak dan berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Impian itu adalah sebuah tujuan, dan sikap kita lah yang menjadi jalan kita mencapai tujuan,
Dalam berbisnis pun, haruslah diawali dengan mimpi yang besar, namun tak cukup hanya mimpi, harus pula ada action, toh keuntungan tidak akan datang bila kita hanya memikirkanya tanpa berbuat apa apa, setiap perusahaan memiliki visi mereka sendiri, dan visi itulah mimpi mereka, dan untuk mencapai visi, maka dibuatlah misi, dan sikap kitalah yang mengemudikannya, kini marilah kita ingat kembali masa kecil kita, dimana dengan penuh percaya diri kita meneriakkan mimpi kita, milikilah sikap positif, karena diri kita adalah apa yang kita pikirkan, jika kita berpikir kita adalah orang yang besar, maka itulah diri kita.
Beranilah untuk bermimpi, beranilah untuk mengatakan mimpi, beranilah untuk memperjuangkan mimpi, beranilah untuk mendapatkan mimpi, dan terakhir, beranilah untuk membagi mimpi kita dengan orang lain.
Jumat, 22 Juli 2011
DREAM AND ACTION
oleh : M Randy SA
Pernah sewaktu kita kecil orangtua kita bertanya pada kita “kalau besar nanti mau jadi apa?” atau mungkin “cita cita nya apa?” dan dengan semangat kita menjawab, “mau jadi pilot”, “mau jadi dokter”, dan masih banyak lagi jawaban kita, yang dengan semangat kita ucapkan di iringi kepolosan seorang anak kecil, namun seiring berjalannya waktu, seiring bertambah dewasanya kita, semangat itu seperti hilang, mungkin jika kini kita ditanya pertannyaan yang sama jawabannya mungkin seperti ini, “jadi apa ya?” “uhm,, gimana nanti aja” atau mungkin kita tidak tahu harus menjawab apa? Semangat itu kini hilang, tidak ada lagi kepercayaan diri, tidak ada lagi keyakinan, tidak ada lagi optimisme untuk menjawab masa depan, yang ada hanyalah keraguan, dan sikap pasrah.
Cita cita atau mimpi, memang sangatlah sederhana, bisa saja hanya terdiri dari satu atau dua kata, tapi kekuatannya untuk mengubah hidup seseorang sangatlah luarbiasa, The power of dream, orang bilang, orang besar diawali dengan mimpi yang besar, orang biasa mun memiliki mimpi yang besar, namun apa yang membedakannya? Action lah yang membedakannya. Ada yang membedakan seorang pecundang dan sdeorang pemenang, seorang pecundang dia pun memiliki mimpi yang besar, namun ketika dia bangun, dia memilih untuk tidur lagi, sedangkan seorang pemenang, ketika dia bermimpi dan terbangun, dia bergerak dan berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Impian itu adalah sebuah tujuan, dan sikap kita lah yang menjadi jalan kita mencapai tujuan,
Dalam berbisnis pun, haruslah diawali dengan mimpi yang besar, namun tak cukup hanya mimpi, harus pula ada action, toh keuntungan tidak akan datang bila kita hanya memikirkanya tanpa berbuat apa apa, setiap perusahaan memiliki visi mereka sendiri, dan visi itulah mimpi mereka, dan untuk mencapai visi, maka dibuatlah misi, dan sikap kitalah yang mengemudikannya, kini marilah kita ingat kembali masa kecil kita, dimana dengan penuh percaya diri kita meneriakkan mimpi kita, milikilah sikap positif, karena diri kita adalah apa yang kita pikirkan, jika kita berpikir kita adalah orang yang besar, maka itulah diri kita.
Beranilah untuk bermimpi, beranilah untuk mengatakan mimpi, beranilah untuk memperjuangkan mimpi, beranilah untuk mendapatkan mimpi, dan terakhir, beranilah untuk membagi mimpi kita dengan orang lain.
Pengalaman?
oleh : M Randy SA
Pengalaman adalah guru yang paling berharga,, ya, itulah yang orang tua kita sering ajarkan pada kita, sebuah filosofi sederhana namun penuh makna. Dan saya yakini itu karena memang itulah kenyataannya. Coba kita review kembali masa kehidupan kita sampai detik ini, apa yang sudah kita capai saat ini, apa yang sudah kita lakukan sampai saat ini, dan apa yang sudah kita bisa atau kita kuasai sampai saat ini. Bagaimana semua itu kita dapatkan? Sekali lagi kita tanyakan pada diri kita sendiri, bagaimana saya bisa menulis, kenapa saya bisa berbicara, mengapa kita bisa membaca, dan hal lainnya.
Jawabannya adalah pengalaman, kita bisa menulis, membaca, atau berjalan itu semua diawali dari sebuah pengalaman, ya, gambaran sederhananya kita bisa membaca saat ini, karena di masa yang lalu kita berpengalaman belajar cara membaca, tidak cukup sekali dua kali kita bisa lancer membaca, tetapi berulang kali mencoba dan belajar, melalui sedikit demi sedikit tahap, gagal pada awalnya. Sampai akhirnya berhasil, ilmu pengetahuan yang kita miliki pun diawali dari pengalaman, walau ,mungkin kita tidak pernah melihat atau merasakannya secara langsung, minimal kita berpengalaman membacanya.
Pengalaman membentuk karakter kita, segala yang kita alami di masa lalu.. itulah yang menjadikan diri kita hari ini, tuhan pun mengatakan pada kita bahwa seorang bayi lahir itu suci, putih bersih, dan tagging jawab orangtuanya lah yang menjadikan anak itu seperti apa, itulah diri kita, lingkungan yang menjadikan kita seseorang, tentunya dengan arahan orangtua kita di tahun tahun awal. Oleh karena itu sebaiknya para orangtua berhati hati dalam memberikan pendidikan pada anaknya, karena ditangan para orangtualah sikap seorang anak di bentuk,
Pengalaman adalah awal sebuah kebijaksanaan. Percaya atau tidak, kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya seperti sebuah mukjizat, kebijaksanaan itu bisa dibentuk dan dipelajari formulanya adalah pengalaman dan pemikiran. Mengapa pemikiran? Kebijaksanaan, tidak hanya didapat dari pengalaman, tetapi diperlukan pula sebuah pemikiran, dimana dalam pemikiran tersebut terdapat proses penggalian makna dari sebuah kejadian tertentu yang dialami, setelah ada makna yang didapat dilanjutkan dengan memutuskan sikap yang paling tepat dalam menghadapinya,, itulah kebijaksanaan.
Orang bijaksana identik dengan orang orang tua yang sudah berumur, memang demikian lah adanya, karena factor umur, orang orang tua memiliki lebih banyak pengalaman, dan mereka memiliki pemikiran yang lebih matang dan hati hati dalam memutuskan sesuatu, selalu penuh pertimbangan, namun bukan berarti orang muda tidak bisa bijaksana, kuncinya adalah manfaatkanlah waktu 24 jam yang dimiliki ini sebaikbaiknya, carilah pengalaman lebih banyak daripada yang oranglain lakukan, banyaklah berbicara, berbagi, mendengarkan dengan siapapun tanpa pandang bulu, karena dengan kita banyak bergaul dengan berbagai macam karakter orang makin banyak pula kita belajar, dan pengalaman seperti itulah yang kita butuhkan untuk mencapai kebijaksanaan.
Kamis, 10 Februari 2011
trip to the curug cijalu
Dilansir dari situs pemerintahan daerah kabupaten Subang, dideskripsikan bahwa Curug Cijalu terletak di Kecamatan Sagalaherang, berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah selatan (1 jam perjalanan) dan sekitar 50 Km dari Kota Bandung kearah utara (1,5 jam perjalanan). Wana wisata ini terletak pada ketinggian 1.30 m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang . Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700 mm/th dengan suhu udara 18-26C. Seperti namanya, curug (air terjun, Bahasa Sunda), hanya sepasang air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekira 800 meter di atas permukaan laut.
perjalanan dari kota bandung sendiri kurang lebih sekitar 2,5 jam, dan untuk mencapainya pastikan kendaraan anda dalm keadaan fit karena perjalanannya sendiri terasa cukup berat, tetapi begitu memasuki pintu masuk anda akan disuguhkan pemandangan kebun teh yang luar biasa seperti hamparan kerpet hijau walau sesekali turun kabut
begitu measuki areal wana wisata curug cijalu anda akan disuguhkan dengan dua buah curug yang luar biasa namun jangan salah karena itu bukanlah curug cijalu, melainkan hanyalah curug cikondang dengan tinggi 15 meter dan curug cilemper dengan tinggi mencapai 50 meter
curug cikondang
curug cilember
lalu dimana curug cijalu yang asli?
nah di perjalanan menuju pintu masuk sekitar daerah kebun teh anda akan menemukan sebuah sungai yang melintas jalan, awalnya masih belum ada jembatan namun kini sudah ditutupi aspal, itulah sungai cijalu, dan bila anda mengikutinya hingga arah hulu anda akan menemukan "The Real Curug Cijalu" dengan ketinggian mencapai 100 meter
curug cijalu
begitu measuki areal wana wisata curug cijalu anda akan disuguhkan dengan dua buah curug yang luar biasa namun jangan salah karena itu bukanlah curug cijalu, melainkan hanyalah curug cikondang dengan tinggi 15 meter dan curug cilemper dengan tinggi mencapai 50 meter
curug cikondang
curug cilember
lalu dimana curug cijalu yang asli?
nah di perjalanan menuju pintu masuk sekitar daerah kebun teh anda akan menemukan sebuah sungai yang melintas jalan, awalnya masih belum ada jembatan namun kini sudah ditutupi aspal, itulah sungai cijalu, dan bila anda mengikutinya hingga arah hulu anda akan menemukan "The Real Curug Cijalu" dengan ketinggian mencapai 100 meter
curug cijalu
Langganan:
Postingan (Atom)