Minggu, 31 Juli 2011

Kata Kata itu, Mereka Hidup!

Ada hal menarik yang saya pelajari semalam, saya membaca sebuah komik dan menemukan sebuah kalimat seperti ini
"KATA KATA ITU, MEREKA HIDUP"
benarkah itu


Mungkin cerita dalam komik tersebut hanyalah fikif belaka, tapi pelajarannya cukup bagus juga, ternyata sebuah kata itu memang hidup dan dapat menghidupi, karena itulah kita mengenal istilah "KATA MOTIVASI" jika diingat seberapa banyak orang yang bangkit dari keterpurukannya dari ketidakmampuannya menjadi pribadi yang benar benar berbeda dan bersemangat hanya karena sebuah kalimat yang mengadung kata bermakna.

sebuah kata dapat mengubah seseorang yang pemurung menjadi periang

sebuah kata dapat mengubah seseorang yang pesimis menjadi optimis

sebuah kata dapat mengubah seorang yang tidak mampu menjadi mampu

tapi,, karena kata kata itu hidup, mereka bisa melukai ataupun membunuh!
percaya?

oia, selepas membaca komik tersebut akhirnya saya coba browsing dan menemukan kutipan tak kalah menarik

Kata-kata dapat melukai seseorang. Bukan karena ia sebuah kata-kata, tapi karena ia memiliki makna. Kita bisa melukai seseorang, meskipun tidak disengaja, bukan karena apa yang telah kita perbuat kepadanya, tapi lebih sering karena kata-kata yang kita ucapkan kepadanya. Tidak jarang muncul keinginan untuk menarik kembali kata-kata yang telah kita ucapkan, tapi setiap kata yang telah keluar tentu saja tidak dapat ditarik kembali dan harus dipertanggung jawabkan.

Diri kita adalah apa yang kita baca, lihat, dan dengar,
banyak sekali kata di sekeliling kita, bisa berasal dari tulisan atau ucapan orang sekeliling kita atau bahkan pikira kita sendiri. dan jika itu adalah kata kata yang pesimistis bersiap siaplah untuk terjerat dan jatuh. sebaliknya jika kata kata disekeliling kita adalah kata yang optimistis, bersiaplah menjadi pribadi yang percaya diri dan sukses.

sebaiknya kita pun berhati hati dalam mengucapkan sebuah kata kepada orang lain terlebih kepada orang yang kita sayangi, karena bukan berarti tidak mungkin bahwa ucapan kita lah yang "membunuh" orang tersebut secara perlahan dari dalam.

Itulah sebuah kata, , Mereka bisa memberi kehidupan, dan mereka pun bisa membunuh.

Sabtu, 30 Juli 2011

Sebuah Nama Sebuah Cerita (Kihujan)

kata orang sebuah nama sebuah cerita, blog ini jugs namaanya kihujan,, sebenernya bukan cuman asal bikin nama sih,, tapi emang ada cerita dibaliknya.. tapi cerita awalnya ga akan saya tulis disini, sebagai gantinya nih ada tulisan tentang manfaat dari kihujan sendiri. pada tahu ga kihujan apaan? yu baca bareng bareng,,

Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.

Pohon Trembesi (Albizia saman) disebut juga sebagai Pohon Hujan atau Ki Hujan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda).


Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis)

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil namun sekarang telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis termasuk ke Indonesia.

Ciri-ciri Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.

Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.

Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.

Pemanfaatan Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Albizia saman) banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.

Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Fabales; Famili: Fabaceae; Upafamili: Mimosoideae; Genus: Albizia; Spesies: Albizia saman; Nama binomial: Albizia saman (Jacq.) Merr.

TAMBAH LAGI DEH,,

Trembesi sudah terbukti hebat sebagai tanaman peneduh, dan ternyata trembesi juga pohon rindang penghasil oksigen (O2) yang luar biasa ..
Hasil penelitian membuktikan bahwa pohon trembesi yang ditanam di atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari ..
Trembesi juga unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu menyalurkan (mentransfer) 4.000 liter air per hari..
Selain sebagai peneduh pohon trembesi dewasa dapat menyerap 28 ton CO2 (carbon dioxide) setiap tahun, sangat jauh di bandingkan pohon lain yang hanya menyerap co2 sekitar satu ton pertahun..
See, hebat kan..?
Keunggulan lainnya Ki Hujan bisa tumbuh tinggi mencapai 20-25 meter, dengan diameter tajuk 25-30 meter ..
selain itu Ki Hujan mempunyai spektrum pertumbuhan yang maha luas , karena bisa tumbuh di mana saja ..
Menurut ahlinya perpohonan.. *halah istilah geje* pohon trembesi mampu tumbuh di tanah yang kurang subur..
karena bersimbiosis dengan Rhizobium..
bakteri Rhizobium ini hidup beranak pinak dan berkampung di bintil akar, dari situ mereka mengikat nitrogen dari udara yang konsentrasinya di udara 78 persen..
sehingga ini pohon dijamin sampai dewasa tidak akan menderita kahat nitrogen..


Eh, ada yang tau gak..? Biji trembesi yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci)..


Dari tadi ngomongin kelebihan Ki Hujan mulu, biar imbang saya bahas juga kelemahannya deh..
Yang pasti ini pohon gak bisa ditanam di halaman rumah yang lahannya se uprit.. *ntar rumahnya jadi gelap karena ketutupan* ^^
Ki Hujan juga gak bisa ditanam di gang sempit, soalnya akar-akarnya akan memberontak dan bisa mendesak trotoar atau jalur pedestrian..
Karena tinggi menjulang dan tajuk rantingnya lebar, kadang mengganggu kabel listrik yang melintang, karena kalo pas hujan bisa terjadi konsleting..

Referensi: berbagai sumber

sebuah nama sebuah juga sebuah doa ya, semoga aja semua harapan nya sesuai dengan filosofi kihujan hehe ^_^

Kecerdasan Emosi


Apa itu kecerdasan emosi? Menurut Wikipedia, Kecerdasan Emosi atau Emotional Intelligence (EI) menggambarkan kemampuan, kapasitas, keterampilan atau, dalam kasus EI sifat model, kemampuan diri, untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok.

Mengapa begitu penting? Emosi berkaitan dengan keputusan dan tindakan. Jika emosi tidak dikelola dengan baik, masihkah berharap bahwa keputusan dan tindakan kita juga baik?

Dari berbagai literatur, saya menemukan ada 5 dasar kecerdasan emosional. Kelima dasar itu adalah

1. Mengetahui perasaan Anda dan menggunakannya untuk membuat keputusan dalam hidup Anda.
2. Mampu mengatur kehidupan emosional Anda tanpa dibajak oleh emosi-emosi negatif seperti depresi, marah, kebingungan, dan sebagainya.
3. Bertahan dalam menghadapi kemunduran dan menyalurkan dorongan Anda untuk mengejar tujuan-tujuan Anda.
4. Empati – membaca emosi orang lain tanpa mereka memberi tahu Anda apa yang mereka rasakan.
5. Penanganan perasaan. Termasuk kemampuan membaca dan mengartikulasikan emosi yang tersirat

Lalu siapa teladan kita dalam hal kecerdasan emosi? Tentu saja, tiada lain dan tiada bukan, teladan kita adalah Rasulullah saw. Banyak literatur yang membahasnya, tetapi Al Quran dan Hadits-lah sumber rujukan utama kita.

Jika kita meneladani bagaimana cara Rasulullah saw berinteraksi dengan orang-orang sekitar beliau, dengan keluarga, bahkan dengan orang-orang yang menentang beliau, kita bisa petik bagaimana kecerdasan emosi beliau yang mengagumkan. Itulah praktek utama kecerdasan emosi.